Mohon maaf kepada para sahabat atas keputusan saya menutup blog ini. Seluruh tulisan saya di sini, telah dipindahkan ke blog baru saya di sini. Jika memang anda tertarik, silahkan berkunjung ke alamat tersebut. Untuk selanjutnya, blog ini tidak akan lagi saya update. Terima kasih…
Perjalanan Menembus Waktu (13)
Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), Gresik, Jawa Timur
Rabu, 27 Mei 2009, Pukul 11.00 WIB…
Tidak perlu waktu lama bagi kami untuk bisa mencapai makam Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Hanya dalam waktu 15 menit, kami sudah tiba di sana. Kami, rombongan Panther, sempat singgah tadi sebelum menuju makam Sunan Giri. Karena itu, tidak perlu ada acara tersesat atau tanya sini tanya sana.
Saya arahkan Panther dan Terios untuk masuk ke area parkir yang cukup luas di sebelah kiri jalan. Di seberang jalan sanalah makam Sunan Gresik berada, begitu pikir saya. Dari area parkir ini, kami hanya tinggal menyeberang jalan. Kedua mobil pun langsung berbaris parkir. Suasana tampak sepi. Hanya ada mobil kami di area parkir ini.
Perjalanan Menembus Waktu (12)
Sunan Giri, Gresik, Jawa Timur
Rabu, 27 Mei 2009, Pukul 09.15 WIB…
Tepat di sebuah ketinggian, area mendatar yang cukup luas terlihat di sebelah kanan. Ada gerbang masuk ke sana. Sebuah plang terpampang di depannya: “Makam Sunan Giri”. Itu dia tempat yang kami cari!… Langsung saya belokkan kendaraan ke kanan, lalu masuk. Di ujung sana, Terios sudah dalam keadaan terparkir.
Saya hentikan Panther tepat di samping Terios itu. Kami langsung meleburkan diri dan duduk di pelataran area parkir, melepas penat. Beberapa anggota ekspedisi berkeliling mencari WC umum. Tidak lama kemudian, mereka kembali. Nihil. Di semua WC umum yang ditemukan tidak tersedia air. Kemarau sedang melanda wilayah ini, begitu mereka menjelaskan.
Perjalanan Menembus Waktu (11)
Antara Lamongan dan Gresik, Jawa Timur…
Catatan Sepanjang Perjalanan
Rabu, 27 Mei 2009, Pukul 07.30 WIB…
Jarak antara Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tidaklah jauh. Dalam satu jam, pusat kabupaten yang disebutkan kedua itu sudah akan kami masuki. Kendaraan kami berjalan pelan, beriringan, mencari rumah makan yang nyaman.
Pekerjaan mencari rumah makan itu, ternyata, tidaklah mudah. Beberapa kali kami menepi di pinggir jalan karena melihatnya. Namun, kami batalkan karena yang kami datangi ternyata bukanlah sebuah rumah makan. Kalaupun betul itu tempat untuk mengisi perut, kondisinya tidaklah Lanjutkan membaca
Perjalanan Menembus Waktu (10)
Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur…
Rabu, 27 Mei 2009, 05.30 WIB…
Akhirnya, kami pun sampai. Matahari mulai memperlihatkan diri. Segera kami ambil posisi di area parkir yang luas. Om Somad masih ingat untuk menempatkan mobil di bawah sebuah pohon. Saya mengikuti. Dia betul, siang nanti sinar matahari pasti akan terasa menyengat. Parkir di bawah rimbun pohon adalah pilihan tepat.
Seluruh rombongan langsung berhamburan keluar. Kami bereskan beberapa barang dengan tergesa. Lalu, bersama-sama kami mencari kamar mandi dan mushalla untuk menunaikan salat subuh.
Sambil melangkah, saya amati area makam ini. Lahan parkirnya begitu luas. Lanjutkan membaca
Perjalanan Menembus Waktu (9)
Antara Lasem, Jawa Tengah, dan Tuban, Jawa Timur
Catatan Sepanjang Perjalanan
Rabu, 27 Mei 2009, pukul 03.00- 05.30 WIB…
Kantuk sudah dari tadi pergi. Saya injak pedal gas Panther tua (namun tetap mantap) ini menyusul Terios dengan semangat. Kedua mata saya cepat menyesuaikan diri dengan kegelapan jalan raya. Tajam menatap 500 meter ke depan.
Kini saatnya tracking yang sesungguhnya: memacu kendaraan yang disupiri sendiri, di malam buta, dan di jalur yang sudah lama ingin saya lewati: lintasan jalan yang menghubungkan Semarang-Surabaya…